Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



Ketua PDM Brebes : Milad Nasyiatul Aisyiyah, Gotong Royong Mewujudkan Kemanusiaan Semesta


Disampaikan Ketua PDM Brebes Drs. H. Joko Mulyanto, M.Pd pada Milad Nasyiatul Aisyiyah oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Brebes, 9 Juni 2024 di SMK Muhammadiyah Bulakamba

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا (١)قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (٢)مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا (٣ ( أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ:

Nasyiatul Aisyiyah didirikan di Yogya tgl 28 Dzulhijjah 1349H (Milad ke 96th Hijriyah), bertepatan 16 Mei 1931M (Milad ke 93Masehi) dengan tujuan menciptakan pribadi putri Islam yang memiliki makna penting bagi keluarga, negara, bangsa, dan agama, serta untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

AD/ART Nasyiatul Aisyiyah, sebagai pedoman utama dalam berserikat di Nasyiatul Aisyiyah dalam melaksanakan perjuangan, maka “Semua anggota harus membaca, pimpinan harus memahaminya, dan menjadikannya sebagai dasar utama dalam menjalankan persyarikatan.”

Lambang Nasyiah 

* dua belas bulir padi memiliki arti setiap anggota NA senatiasa bebuat kebaikan sepanjang tahun (12 bulan). Selain itu mengandung cita-cita anggota NA mencontoh perilaku dan usaha kaum Hawariyyun (12 sahabat Nabi Isa AS yang berikrar berjuang membantu nabi Isa AS) dalam menegakkan agama Islam. 

* dua pasang daun satu ke atas dan satunya ke bawah “Seperti pepatah ’Patah tumbuh, hilang berganti’. Nasyiah adalah kader yang disiapkan sebagai penerus Aisyiyah.

* simpul pengikat, harus bersatu saling menguatkan untuk mencapai tujuan 

Semboyan Albirru manittaqa 

Diambil dari QS al-baqarah ayat 189 ditempatkan pada Muqaddimah, mempunyai makna kebajikan itu datang bagi orang-orang yang bertakwa, kebajikan datang dari orang-orang yang bertakwa.

 ... وَلَيۡسَ ٱلۡبِرُّ بِأَن تَأۡتُواْ ٱلۡبُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَأۡتُواْ ٱلۡبُيُوتَ مِنۡ أَبۡوَٰبِهَا ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

" ... Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 189)

Kebajikan adalah taat mengikuti petunjuk ALLAH SWT.

Bagaimana sukses hidup?

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

102.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. [Al 'Imran:102]

Dalam tafsir Ibnu Katsir QS Al Maidah ayat 1 ini dijelaskan: Ibnu Abu Hatim mengatakan, bahwa seorang lelaki datang kepada Abdullah ibnu Mas'ud, lalu lelaki itu berkata, "Berwasiatlah kepadaku." Maka Ibnu Mas'ud mengatakan, "Jika kamu mendengar firman Allah Swt. yang mengatakan: 'Hai orang-orang yang beriman.' Maka dengarkanlah baik-baik oleh telingamu, karena sesungguhnya hal itu adakalanya kebaikan yang dianjurkan atau keburukan yang dilarang."

Perlu kita ingat bahwa Jika ALLAH mewajibkan suatu perkara disana disertakan pula syarat yaitu jika mampu. Sedangkan dalam ayat-ayat larangan tidak ada syarat untuk meninggalkan larangan. Artinya jika seseorang melanggar larangan berarti dia kalah dengan nafsunya sendiri. 

Laksanakan 10 komitmen Nasyiatul Aisyah, insya ALLAH sukses dunia akhirat.

Selamat milad

Jika milad Nasyiatul Aisyiyah kita peringati dengan meriah, milad-milad persyarikatan kita peringati dengan meriah, maka kita tidak boleh memandang sebelah mata dalam memperingati Milad Nabi Muhammad SAW, hanya yang perlu kita tekankan adalah jangan sampai dalam melaksanakan milad Nabi Muhammad ini disertai adanya keyakinan tertentu, dan dikerjakan seperti ada syariat tertentu, tetapi kegiatan itu adalah sebagai bagian dari muamalah duniawiyah yaitu mengambil moment nya, diisi dengan kegiatan keilmuan dan kegiatan lain yang memberi manfaat lebih luas. Justru yang harus kita tekankan adalah mengambil Ibroh semangat dakwah Nabi yang penuh tantangan.

Sedangkan untuk membuktikan cinta kita kepada Nabi adalah sebagaimana difirmankan ALLAH SWT berikut:

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ 

31.  Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Ali 'Imran:31]

Jadi bukti cinta kita kepada ALLAH dan Nabi-NYA adalah:

* ber-AQIDAH, ber-IBADAH dan ber AKHLAQ mengikuti pada Al-QURAN dan SUNAH ala Maqbulah.

* ber-muamalah duniawiyah TIDAK MELANGGAR larangan ALLAH dan Rosul-NYA.

Selamat ber milad, 

Dengan tema yang diangkat dengan pemikiran terbuka mendunia yaitu Gotong royong mewujudkan kemanusiaan semesta. nampaknya ini bersinergi dengan tema ibundanya yaitu Memperkokoh dan memperluas dakwah kemanusiaan semesta.


Sukses untuk kita semua.

Semoga kegiatan yang dilaksanakan memberi manfaat dan ALLAH Ridho. Aamiin.



Post a Comment

0 Comments